The Deus Kumpul-Kumpul takes over Jogja
ENGLISH BELOW
Yogyakarta. kota yang penuh budaya.
banyak orang datang untuk belajar, mencoba makanannya, atau mungkin sekedar menikmati indahnya yogjakarta.
namun kami, berbeda dari kebanyakan orang.
dengan obsesi yang sama, namun kendaraan yang beragam.
Motor, musik, dan budaya custom, serta orang-orang dibalik ketiganya.
Kali ini, bekerja sama dengan Indonesian Custom Show, Deus Kumpul-kumpul RIde Yogyakarta mengajak riders, builders, seniman, musisi, dan kolektor dari berbagai arah dalam satu tempat yang sama, selama 3 hari.
Akhir pekan yang berkesan.
mural yang dilukis, seniman yang mengayunkan kuasnya, musisi yang memainkan iramanya, dan teman-teman yang berkumpul dan saling berbagi cerita.
Hari minggu, hari ketiga, sekaligus hari terakhir.
Pagi hari diawali dengan secangkir kopi dan tawa canda di Silol Coffee. dilanjutkan dengan berkendara Bersama mengitari Yogyakarta yang asri di pagi hari.
teruntuk kalian semua yang datang, ikut, dan merayakan Bersama kami, terima kasih.
Yogyakarta, sampai jumpa lagi.
Yogyakarta. The city of culture, they call it. People come here to study, to eat, to lose themselves in the noise for a few days. We came for something else.
Same obsession, different bikes. Motorcycles, music, custom culture, and the people who live for all three.
Together with @IndonesianCustomShow, the Deus Kumpul Kumpul Ride pulled riders, builders, artists, musicians, collectors and friends from every direction into one place for three days. Different machines. Different stories.
The weekend ran on movement, murals painted live, pinstripe artists working in real time, games, music, and everything that happens in the spaces between. Controlled chaos, the way we like it.
Then Sunday came. Good coffee at Silol, a city ride through Jogja with a crew that felt like it had known each other longer than three days. Different bikes. Different backgrounds. Different reasons for being here in the first place, and staying for the shared love of 2 wheel machines.
To everyone who rode with us, built with us, painted, played, and showed up, thank you.
And Jogja, thanks for having us.